BNI Bagikan Dividen Rp349,41 per Saham, Yield Berpotensi 8,1 Persen, Simak Jadwal Lengkapnya

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:55:41 WIB
BNI Bagikan Dividen Rp349,41 per Saham, Yield Berpotensi 8,1 Persen, Simak Jadwal Lengkapnya

JAKARTA - Keputusan pembagian dividen sering menjadi perhatian utama investor di pasar modal. 

Selain menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada pemegang saham, dividen juga menjadi indikator kinerja keuangan emiten dalam satu tahun buku. Bank-bank besar di Indonesia pun rutin membagikan dividen sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan investor.

Pada tahun ini, salah satu bank pelat merah kembali menegaskan komitmen tersebut. PT Bank Negara Indonesia Tbk memutuskan untuk membagikan dividen tunai dalam jumlah besar kepada para pemegang sahamnya setelah memperoleh persetujuan dalam rapat pemegang saham. Keputusan tersebut sekaligus memberikan potensi imbal hasil dividen yang cukup menarik bagi investor di pasar saham.

Keputusan Pembagian Dividen dalam RUPST

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah mendapat restu untuk membagi dividen sebesar Rp 13,03 triliun, setara 65% dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 20,04 triliun.

Restu tersebut diperoleh BNI dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam acara ini, pemegang saham menyepakati dua hal utama, yakni pembagian dividen tunai dan pembelian kembali saham (buyback).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterbukaan informasi di BEI pada Rabu, 11 Maret 2026 menjelaskan, nantinya setiap pemegang saham akan berhak menerima dividen tunai Rp 349,41 per saham. Adapun pemegang saham yang berhak mendapat dividen tunai adalah mereka yang masih memegang saham BBNI hingga 26 Maret 2026.

Besaran Dividen dan Potensi Imbal Hasil

Besaran dividen yang diputuskan dalam RUPST tersebut memberikan potensi imbal hasil yang cukup menarik bagi investor. Dengan nilai dividen tunai Rp 349,41 per saham, para pemegang saham dapat memperoleh distribusi laba yang signifikan dari kinerja perusahaan sepanjang tahun buku sebelumnya.

Per Rabu (11/3/2026), saham BBNI ditutup di level Rp 4.290 per saham, naik 0,7% dari hari sebelumnya. Jika menggunakan acuan harga ini maka dividen yield BBNI sebesar 8,14%.

Potensi yield tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif dari kepemilikan saham, khususnya di sektor perbankan yang selama ini dikenal konsisten dalam membagikan dividen kepada pemegang saham.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen BBNI

Bagi investor yang ingin memperoleh dividen tersebut, penting untuk memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan perusahaan. Jadwal ini menentukan kapan investor harus memiliki saham BBNI agar tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Jadwal pembagian dividen tunai saham BNI alias BBNI sebagai berikut :

Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 17 Maret 2026
Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 25 Maret 2026
Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai 26 Maret 2026
Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai 27 Maret 2026
Tanggal Recording date Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Dividen Tunai 26 Maret 2026
Tanggal Pembayaran Dividen Tunai 7 April 2026

Dengan memperhatikan jadwal tersebut, investor dapat menentukan waktu yang tepat untuk memiliki saham agar tetap tercatat dalam daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Respons Pasar terhadap Saham BBNI

Pengumuman pembagian dividen juga beriringan dengan pergerakan saham BBNI di pasar. Pada perdagangan Rabu (11/3/2026), saham BBNI ditutup di level Rp 4.290 per saham, mencatatkan kenaikan 0,7% dibandingkan hari sebelumnya.

Pergerakan ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap kinerja perusahaan dan keputusan pembagian dividen yang telah disetujui oleh pemegang saham. Selain itu, yield dividen yang mencapai lebih dari delapan persen memberikan daya tarik tambahan bagi investor yang mempertimbangkan saham BBNI sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.

Dengan pembagian dividen sebesar Rp 13,03 triliun dan rasio pembayaran yang mencapai 65% dari laba bersih, BNI kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Kebijakan ini juga mencerminkan posisi keuangan perusahaan yang solid serta kemampuan untuk tetap menyalurkan sebagian laba sebagai dividen sambil menjaga keberlanjutan operasional dan pertumbuhan bisnis ke depan.

Terkini