BNPB

BNPB Percepat Penyelesaian 2.418 Huntara untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang

BNPB Percepat Penyelesaian 2.418 Huntara untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang
BNPB Percepat Penyelesaian 2.418 Huntara untuk Penyintas Bencana Aceh Tamiang

JAKARTA - Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan penanganan darurat di awal kejadian, tetapi juga menyangkut proses pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak. 

Salah satu langkah penting dalam masa transisi tersebut adalah penyediaan tempat tinggal yang layak bagi para penyintas sebelum mereka dapat kembali menempati hunian permanen.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Hunian sementara atau huntara ini menjadi solusi sementara bagi para penyintas agar mereka tidak lagi tinggal di tenda pengungsian dalam jangka waktu yang lama.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pembangunan huntara terus dikebut agar seluruh penyintas dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan ribuan unit huntara yang menjadi bagian dari total kebutuhan bagi masyarakat terdampak bencana tersebut.

Percepatan Pembangunan Hunian Sementara

BNPB menargetkan penyelesaian pembangunan hunian sementara secara bertahap agar para penyintas dapat segera berpindah dari tenda pengungsian menuju tempat tinggal yang lebih nyaman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah menyelesaikan sisa pembangunan huntara yang masih dalam proses pengerjaan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini memfokuskan upaya percepatan penyelesaian sisa 2.418 unit hunian sementara (huntara) dari total kebutuhan 4.189 unit bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Upaya percepatan ini dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun lembaga kemanusiaan yang turut terlibat dalam proses pembangunan hunian bagi warga terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Senin (9/3) malam, mengatakan bahwa percepatan pembangunan huntara dilakukan melalui kolaborasi intensif antara pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan.

BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta mitra kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, MER-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan Global Peace Chain Indonesia terus mempercepat proses pembangunan hunian tersebut.

"Pembangunan huntara saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan diproyeksikan rampung sepenuhnya pada pekan kedua Maret 2026," kata dia.

Dengan percepatan pembangunan ini, pemerintah berharap seluruh penyintas dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak sebelum momentum Hari Raya Idul Fitri.

Target Penyintas Bisa Tempati Huntara Sebelum Lebaran

Pemerintah optimistis proses pembangunan yang saat ini hampir selesai dapat memberikan tempat tinggal sementara bagi para penyintas dalam waktu dekat. Keberadaan hunian sementara ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian.

Dengan percepatan yang dilakukan, BNPB berharap para penyintas dapat segera menempati hunian yang lebih layak menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini.

Dengan akselerasi tersebut, ia menyebut bahwa BNPB optimistis seluruh penyintas dapat menempati hunian sementara yang lebih layak menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Langkah ini dinilai penting karena perayaan Idul Fitri biasanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga. Dengan adanya hunian sementara yang layak, para penyintas diharapkan dapat merayakan hari besar keagamaan tersebut dengan kondisi yang lebih baik.

Selain itu, perpindahan dari tenda pengungsian menuju huntara juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Pembongkaran Tenda Pengungsian Secara Bertahap

Seiring dengan selesainya pembangunan sejumlah unit hunian sementara, proses pembongkaran tenda-tenda pengungsian juga mulai dilakukan secara bertahap. Langkah ini dilakukan setelah warga mulai berpindah ke bangunan huntara yang telah selesai dibangun.

BNPB melaporkan bahwa personel TNI turut membantu proses pembongkaran tenda darurat yang sebelumnya digunakan oleh para penyintas selama masa tanggap darurat bencana.

Selain itu BNPB melaporkan bahwa personel TNI secara bertahap melakukan pembongkaran tenda-tenda darurat yang sebelumnya digunakan sebagai tempat pengungsian seiring dengan mulai berpindahnya warga ke bangunan huntara.

Langkah ini dilakukan untuk menata kembali kawasan pengungsian yang sebelumnya dipenuhi tenda darurat agar dapat difungsikan kembali secara normal.

Menurut Abdul, aktivitas pembongkaran berlangsung sejak Minggu (8/3) di sejumlah titik, antara lain di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua.

Sementara itu di Kecamatan Karang Baru, sebagian warga sudah mulai menempati hunian sementara yang telah selesai dibangun.

Di Kecamatan Karang Baru, dari 142 unit huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 unit di antaranya sudah mulai ditempati oleh warga.

Proses pemindahan warga ini dilakukan secara bertahap agar setiap keluarga dapat menempati hunian yang telah disiapkan dengan kondisi yang tertata.

Pemenuhan Kebutuhan Dasar Penyintas

Selain menyediakan hunian sementara, pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama masa transisi menuju pemulihan.

Setiap unit hunian sementara dilengkapi dengan berbagai fasilitas dasar yang dapat menunjang kebutuhan sehari-hari warga. Fasilitas tersebut disiapkan agar para penyintas dapat menjalani kehidupan dengan lebih nyaman selama tinggal di huntara.

Setiap unit huntara dilengkapi dengan perlengkapan dasar seperti kasur, kompor beserta tabung gas, peralatan tidur, hingga kipas angin.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan pangan bagi para penyintas agar mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

Selain itu, bantuan paket sembako untuk kebutuhan sekitar 24 hari ke depan juga disalurkan guna menjamin ketahanan pangan warga selama masa pemulihan pascabencana sekaligus Lebaran Idul Fitri.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berjalan dengan lebih cepat. Penyediaan hunian sementara serta pemenuhan kebutuhan dasar diharapkan mampu membantu para penyintas untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik sembari menunggu pembangunan hunian yang lebih permanen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index