Menaker

Menaker Yassierli Sebut Pelatihan Vokasi Nasional Perluas Peluang Kerja Lulusan SMA dan SMK

Menaker Yassierli Sebut Pelatihan Vokasi Nasional Perluas Peluang Kerja Lulusan SMA dan SMK
Menaker Yassierli Sebut Pelatihan Vokasi Nasional Perluas Peluang Kerja Lulusan SMA dan SMK

JAKARTA - Kesempatan kerja bagi lulusan sekolah menengah menjadi perhatian penting pemerintah di tengah dinamika dunia industri yang terus berkembang. 

Banyak perusahaan kini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah pendidikan formal, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong penguatan pendidikan vokasi. Program pelatihan yang dirancang secara terstruktur diharapkan dapat membekali para lulusan SMA maupun SMK dengan kompetensi yang lebih siap pakai sehingga peluang mereka untuk memasuki dunia kerja menjadi lebih besar.

Pelatihan vokasi juga menjadi salah satu strategi untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik. Dengan demikian, lulusan yang mengikuti pelatihan dapat memperoleh pengalaman dan kemampuan tambahan yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Pelatihan Vokasi Nasional Perluas Peluang Kerja

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Pelatihan Vokasi Nasional diharapkan mampu memperluas kans atau peluang kerja baru bagi lulusan SMA/SMK sederajat.

“Di ujung (pelatihan), mereka (peserta) mendapatkan sertifikat, dan apakah ada garansi bagi mereka yang ikut pelatihan, kemudian bisa (langsung) bekerja. Tidak ada garansi, tapi kans mereka, untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar,” kata Menaker dalam pengambilan siniar (podcast) ANTARA di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Rabu.

Menurutnya, sertifikat yang diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan. Dengan adanya kompetensi tambahan yang diakui secara resmi, peluang peserta untuk diterima bekerja di perusahaan dinilai lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki pelatihan serupa.

Program ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu para lulusan baru yang masih mencari pekerjaan agar memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Program Dimulai April 2026 dengan Puluhan Ribu Peserta

Adapun Pelatihan Vokasi Nasional rencananya akan dimulai pada 1 April 2026. Tahap pertama dari program ini akan menyerap setidaknya 20 ribu peserta yang merupakan lulusan SMA/SMK dalam tiga tahun terakhir.

Program ini diselenggarakan gratis di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta beberapa UPT Daerah Balai Latihan Kerja di seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan program di berbagai daerah tersebut bertujuan untuk memperluas akses bagi para pencari kerja agar dapat mengikuti pelatihan tanpa harus berpindah jauh dari daerah tempat tinggal mereka.

Melalui jaringan balai pelatihan yang tersebar di berbagai wilayah, pemerintah berharap lebih banyak lulusan sekolah menengah dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Berbagai Bidang Kejuruan Disiapkan untuk Peserta

“Di balai-balai kita sudah dilaksanakan pelatihan-pelatihan vokasi sebenarnya, ada pelatihan bengkel, mekanik, elektronika, barista, hospitality. Tapi kami melihat akses informasinya belum begitu optimal, belum banyak yang tahu, dan kurikulumnya juga perlu kita update,” jelas Yassierli.

Pada Batch 1, bidang kejuruan yang tersedia antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi.

Program pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri, serta berbagai kejuruan lainnya.

Ragam bidang pelatihan tersebut disusun untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri yang terus berubah. Dengan pilihan program yang lebih beragam, peserta diharapkan dapat memilih bidang yang sesuai dengan minat maupun potensi mereka.

Peserta Mendapat Fasilitas Pelatihan dan Sertifikasi

Lebih lanjut, Menaker Yassierli mengatakan pemerintah juga memberikan sejumlah fasilitas bagi para peserta program.

Fasilitas yang diberikan meliputi pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari Balai Pelatihan, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan.

Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengikuti pelatihan dengan lebih nyaman tanpa harus terbebani biaya tambahan. Selain itu, sertifikat kompetensi yang diperoleh juga dapat menjadi bukti keterampilan yang diakui secara nasional.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, peserta memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima bekerja di berbagai sektor industri.

Jejaring Industri Buka Peluang Rekrutmen

“Balai-balai kami itu, sudah punya jejaring, dengan industri setempat. Saya yakin, ketika pilihan-pilihan lebih banyak, dan mereka (peserta) punya sertifikat, tentu menurut saya ini bisa menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan yang ingin merekrut,” ujar Yassierli.

Keberadaan jaringan kerja sama antara balai pelatihan dan industri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program vokasi.

Melalui kerja sama tersebut, perusahaan dapat lebih mudah menemukan calon tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, peserta pelatihan juga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap Pelatihan Vokasi Nasional dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi para lulusan SMA dan SMK di berbagai daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index